Pria di Deli Serdang Bunuh Ibu Kandung dengan Centong dan Cangkul

Seorang pria di Deli Serdang tega membunuh ibu kandungnya dengan centong nasi dan cangkul. Dugaan sementara dia mengalami gangguan jiwa dan tak senang karena dimarahi.

Berdasarkan informasi dihimpun, korban meninggal dunia bernama Suparti (75). Dia dibunuh putranya Haris (43) di rumah mereka di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (16/6) malam.

Jasad perempuan itu pertama kali ditemukan suaminya, Warso (79), sekitar pukul 20.45 WIB. Tubuhnya terbaring bersimbah darah.

“Suami korban tidak mengetahui istrinya dibunuh anaknya. Dia meninggalkan rumah untum menunaikan salat Magrib pukul 18.30 Wib lalu dilanjutnya salat Isya di Masjid Al Badar di Dusun II Desa Bangun Rejo, kemudian singgah di rumah keponakannya,” kata Kasatreskrim Polresta Deli Serdang Kompol Muhammad Firdaus, Rabu (17/6).

Saat tiba di rumah, Warso mendapati pintu dalam keadaan terkunci. Setelah diketuk, Haris yang keluar. “Saksi (Warso) lalu mencari korban di dalam kamar tidur dan kamar mandi namun tidak ada,” ujar Firdaus.

Laki-laki itu akhirnya ke dapur. Karena kondisinya gelap, dia terpaksa menyalakan senter mancis. “Saat itulah saksi menemukan istrinya tewas,” jelas Firdaus.

Polisi yang dihubungi tiba di lokasi. Mereka melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari para saksi, termasuk Haris. Setelah diinterogasi, Haris akhirnya mengakui perbuatannya. Dia melakukan perbuatan itu karena tersinggung dimarahi ibunya saat pulang dari sawah.

“Korban memarahi pelaku dengan nada tinggi. Pelaku tidak terima dan akhirnya mengambil centong dan cangkul kecil dan memukulkan ke dahi di atas mata dan belakang telinga sebelah kanan,” jelas Firdaus.

Namun polisi masih mendalami informasi lainnya. Menurut keterangan keluarga, Haris mengidap gangguan jiwa, schizophrenia.

“Suratnya juga ada yang menyebut dia mengalami gangguan jiwa, tapi suratnya tahun 2018. Ini masih kita dalami. Semetara arahnya memang gangguan jiwa,” sebut Kapolsek Tanjung Morawa AKP Sawangin.

Sumber : merdeka.com

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Related Posts

Hotspot Berulang, Karhutla di Mesuji Lampung Capai 782 Hektare

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mesuji, Lampung, belum sepenuhnya mereda. Sejumlah titik panas bahkan kembali muncul di lokasi yang sebelumnya telah dilakukan pemadaman. Berdasarkan laporan penanganan Polres Mesuji selama periode 22 Agustus hingga 15 September 2026, tercatat sekitar 782,33 hektare areal terbakar dan

Warga Mesuji Serahkan 80 Senpi Rakitan dan Amunisi Secara Sukarela

Mesuji – Sebanyak 80 senjata api rakitan (senpira) dan 85 butir amunisi diserahkan warga Kabupaten Mesuji, Lampung kepada polisi selama pelaksanaan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) pada 1-14 Juli 2026. Seluruh senjata dan amunisi itu diserahkan secara sukarela. Hasil KRYD tersebut dipaparkan Kapolres Mesuji, AKBP

Kasat Reskrim Polres Mesuji Membenarkan Adanya Kejadian Yang Sedang Viral

Mesuji, Selasa 21 Oktober 2025 Terkait kejadian anak kecil Berinisial S (6) yang di rantai oleh kedua orang tuanya, yang terjadi di Pemukiman Karya Tani Register 45 Kecamatan Mesuji Timur Kabupaten Mesuji, Kasat Reskrim Polres Mesuji membenarkan adanya kejadian tersebut. Dalam wawancaranya Kasat Reskrim AKP

Kapolres Mesuji Tindaklanjuti Laporan Kejahatan di Jalan Perbatasan

Menindak lanjuti aduan Masyarakat terkait adanya aksi pelemparan batu pada kaca mobil dan truk roda enam di wilayah perbatasan Kabupaten Mesuji Lampung dengan Kabupaten OKI Provinsi Sumsel. Kapolres Mesuji AKBP Dr. Muhammad Firdaus S.Ik, M.H langsung respon cepat pengaduan tersebut dengan memerintahkan Anggota Sat Samapta

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email